100+ Kantor Arsitektur Indonesia & Dokumen Emerging 143 Kantor Arsitektur Progresif di Indonesia

Indonesia, 25 Januari 2019

Jakarta, 23 Januari 2019 — Pada 2010, IMAJI Books Publishing dan IAAW Studio memprakarsai ide untuk menyusun buku yang berisi profil-profil arsitek di Indonesia. Buku yang berjudul 50 Indonesian Architects & Emergings menjadi penunjuk pergerakan dan perkembangan arsitektur dan profesinya di Indonesia pada tahun tersebut. Buku ini juga sangat menjawab kebutuhan publikasi arsitektur profesional di Indonesia yang sebelumnya belum ramai disorot.

Sembilan tahun sejak buku ini diterbitkan, sudah sepantasnya buku profil arsitek diperbaharui, karena wajarnya, buku-buku jenis ini diperbaharui setiap dua atau tiga tahun untuk mencatat perubahan dan pergerakan yang terjadi. Apalagi bila melihat data bahwa terdapat 18.000 anggota terdaftar Ikatan Arsitek Indonesia dan minimal 140 perguruan tinggi yang menawarkan program studi arsitektur di Indonesia. Dalam jarak sembilan tahun, tercatat pula kejadian penting bagi pergerakan arsitektur di Indonesia, yaitu disahkannya Undang Undang No. 6 Tahun 2017 Tentang Arsitek. Maka sejak saat itu, profesi arsitek menjadi profesi yang memiliki regulasi dan kekuatan hukum. Konsekuensinya adalah kini tidak semua lulusan pendidikan arsitektur yang berpraktik dapat langsung menyebut diri sebagai arsitek, namun yang memiliki lisensilah yang memiliki hak tersebut.

Alhasil, buku yang seharusnya berjudul 100+ Indonesian Architects sebagai pembaharuan dari buku sebelumnya, berubah menjadi 100+ Indonesian Architecture Firms & Emergings. Keputusan ini mengingat fakta bahwa meski banyak lulusan arsitektur yang berpraktik dengan baik, belum semua memenuhi syarat untuk memiliki lisensi. Dengan maksud mendokumentasikan biro-biro arsitektur yang ada di Indonesia, kehadiran buku ini dapat menjadi kesempatan bagi asosiasi profesi arsitek di Indonesia untuk turut mendata dan menjangkau para praktisi untuk memiliki lisensi agar profesi arsitek dan arsitektur di Indonesia semakin berkembang.

Sebagai buku dokumentasi profil biro arsitektur, jarak sembilan tahun dari buku pertama yang diterbitkan mencatat perkembangan yang signifikan. Biro-biro arsitektur yang terpilih berjumlah hampir tiga kali lipat, yaitu sebanyak 143 biro. Dokumentasi yang dilakukan memunculkan informasi yang menarik, yaitu adanya perkembangan praktik arsitektur yang progresif di luar Pulau Jawa dan Bali, yaitu di Sumatra Utara, Pekanbaru, dan Pontianak. Dengan kriteria kurasi yang bertambah, profil biro arsitektur yang dihadirkan juga dapat memberi wawasan bahwa dalam berpraktik, banyak fokus lain yang dapat diambil, seperti membangun komunitas, bergerak di bidang sosial, riset, dan pendidikan.

Kehadiran buku 100+ Indonesian Architecture Firms & Emergings diharapkan dapat mengambil bagian sebagai publikasi dan dokumentasi terhadap gambaran perkembangan arsitektur di Indonesia saat ini. Sesama kolega praktisi, akademisi, pelajar, maupun masyarakat awam diharapkan dapat melihat figur-figur yang sedang aktif berkarya sebagai biro arsitektur di Indonesia dan bagaimana karya yang mereka hasilkan. Dengan demikian, bukan saja sesama praktisi dalam bironya masing-masing dapat belajar, buku ini tentu memberi kesempatan untuk memperluas networking dan menjadi inspirasi serta penyemangat bagi seluruh biro arsitektur yang ada di Indonesia.